Minggu, 02 Oktober 2016

PENGERTIAN, PREVALENSI, DAN KARAKTERISTIK ANAK CP ( CEREBRAL PALSY )


A.  Pengertian
1.    Pengertian Anak CP Ditinjau  dari Segi Etiologi
Pengertian CP ditinjau  dari segi etiologi berasal dari dua perkataan yaitu yaitu dari perkataan “cerebral “yang berasal dari “cerebrum”yang berarti otak dan perkataan “palsy “ yang berarti “ kekakuan “ (Vola E. Cardwell.Lth ;Soeharso,(1982).Memperhatikan arti peristilahan cerebral palsy tersebut ,maka secara harfiah istilah CP  dapat berarti kekakuan yang disebabkan karena sebab sebab terletak dalam otak.
2.      Pengertian CP ditinjau dari segi panthologis
Menurut American Academy of Celebral Palsy (AACP ) dalam Vola E Cardwell (Lth ) bahwa CP adalah berbagai perubahan yang abnormal pada organ gerak atrau fungsi motor sebagai akibat dari adanya kerusakan /cacat ,luka atau penyakit pada jaringan yang ada  di dalam rongga tengkorak .Sementara Winthrop Phlep (dala Ahamad Toha Muslim ,1994)memberikan pengertian CP sebagai suatu kelainan pada organ gerak tubuh yang ada hubunganya dengan kerusakan di otak yang bersifat menetap .
Selanjutnya Soeharso (1982) medefinisikan cacat CP sebagai suatu cacat yang sifatnya  gangguan –gangguan atau kelainan –kelainan dari fungsi otot  dan urat saraf (neuromuscular disorder )dan yang disebabkan karena sebab-sebab yang ada pada otak .
Dalam perkembangan otak dapat saja terjadi  ganggguan –gangguan pada perkembangan otak .yang dapat menyebabkan terjadinya perubahan yang bersifat sementara maupun menetap ,baik yang terjadi secara anatomis ,biokimia maupun karakteristik funsional otak .perubahan terjadi dan bersifat menetapp itulah salah satunya adalah cacat CP .
Maka tidak mengherankan jika cacat CP disamping berakibat (secara primer ) pada fungsi gerakan ,juga (pada sekunder ) ada yang mengalaimi kelainan penglihatan ,pendengaran ,bicara ,koordinasi sensomotoris (Daniel P Hallahan ,1988 ) Pada umunya otak yang mengalami kerusakan dan  mengakibatkan cacat CP adalah pada daerah korteks motorik ,traktus primadalis ,ganglia basalis ,batang otak cerebellum (Mc .Kinslay ,1983 )
Pada pemeriksaan neuroimaging bisa didapatkan kelainan berupa leukomalasia periventrikuler, malformasi kongenital, atropi kortikal/subkortikal, kista forensefali atau adanya kista yang multipel. Kelainan di ganglia basalis akibat proses hipoksik-iskemik-ensefalopati saat neonatal, pada gambaran mikroskopis didapatkan adanya gambaran pola marbled. Pada satu laporan kasus pada 111 anak dengan CP tipe hemiplegi spastik, dengan pemeriksaan CT Scan, didapatkan 29% normal, atrofi periventrikel 42%, malformasi kongenital 17%, kortikal-subkortikal atrofi 12% dan kelainan lain 3%. Kragelohmann dengan pemeriksaan MRI pada tipe kuadriplegi spastik 9% normal, 9% malformasi, 68% kerusakan pada substansia alba dan 14% kerusakan subkortikal. Hayakawa melakukan pemeriksaan MRI pada tipe diplegi spastik, 21% normal, 0% malformasi, 70% kerusakan substansia alba dan 9% kerusakan subkortikal.

B.
Prevalensi Cerebral Palsy
Prevalensi cerebral palsy di Negara –begara maju seperti amerika ,prevalensi penyandang cacat dan berbagai jenis kelainan ,dari berbagai daerah bagian dalam waktu yang berbeda dapat diketahui  dengan mudah .Sebagai contoh prevalensi  penyandang CP di Amerika pada tahun 1986 ,sebesar 1,5  per 1000 kelahiran hidup atau sekitar 0,15 persen dari populasi usia anak –anak (Batshaw &Perrret ,1986).Ini berrati prevalensi penyandang CP adalah sebesar 0.015 persen dari populasi penduduka yang ada di amerika .
Prevalensi penyandng CP di Indonesia  ,berdasarkan data yang diperoleh dalam sensus penduduk tahun 1988 ,jumlah penduduka Indonesia sekitar 177.580 jiwa dan diperkirakan pada tahun 1990  sebesar 184  juta jiwa  termasuk di didalamnya hampir sebanyak 3,11% atau sekitar 5.772.400 orang adalh penyandang cacat dari berbagai jenis kelainan dan dari berbgai tingkatan usia (Susilo Supeno1992).Selain itu, Menurut Soeharso (1982)prevalensi penyandang cp diperkirakan hanya sekitar 0.5 % dari polulasi penduduk ,perkiraan ini berarti jauh  lebih sedikit dibandingkan dengan data penyangdang cacat  tuna daksa  secara keseluruhan yang ada  di departemen sosial
 Tambahan diagnosis terutama ditentukan berdasarkan kelainan motorik, gejala lain bisa menyertai penderita CP sesuai dengan daerah kerusakan otak yang terjadi.

C. Karakteristik Anak Cerebral Palsy
Manifestasi dari kerusakan, kelainan atau gangguan-gangguan tersebut dapat bersifat tunggal (hanya satu macam), maupun jamak (lebih dari satu macain). Artinya ada anak CP yang menunjukkan karakteristik adanya kekakuan dalam satu anggota gerak, tetapi ada pula anak CP yang menunjukkan karakteristik adanya gangguan gerak pada beberapa anggota gerak. Tunggal atau jamaknya gangguan yang dialami setiap penyandang CP sangat tergantung pada keluasan kerusakan ataupun letak kelainan di dalam otak.

Berdasarkan uraian di atas, maka gejala-gejala CP sangat bermacam-macam, diantaranya :
1.    Karakteristik CP ditinjau dari jumlah anggota badan yang berkelainan
Beberapa karakteristik kelainan dan keluasan kerusakan pada jaringan otak penyandang CP adalah sebagai berikut :
a)    Kelumpuhan pada satu. anggota gerak
Penyandang CP jenis ini biasanya disebut CP jenis monoplegia. Kelumpuhan itu dapat terjadi pada salah satu tangan, atau pada salah satu kaki. Dapat pada tangan kanan atau kiri, dan dapat pula pada kaki kanan atau kaki kiri saja. Jadi pada anggota gerak yang tidak mengalami kelumpuhan keadaannya sehat atau berfungsi sebagaimana fungsi tangan /  kaki orang normal.


b)   Kelumpuhan pada dua anggota gerak
Dilihat dari sisi fungsi anggota gerak yang berkelainan, sementara ahli menyatakan bahwa kelumpuhan yang terjadi pada anggota gerak bawah (kedua kaki) adalah lebih berat dibandingkan dengan kelumpuhan yang terjadi pada anggota gerak atas. Pernyataan ini kiranya dapat dimaklumi, mengingat fungsi kaki sebagai penyangga beban tubuh secara keseluruhan. Apabila seseorang mengalami kelumpuhan pada kedua kaki, maka ia akan mengalami kesulitan dalam mobilitas guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Sementara orang lain yang mengalami kelumpuhan pada kedua tangan, mobilitasnya hampir tidak terganggu samau sekali.
c)        Kelumpuhanan pada tiga anggota gerak
Anak CP yang memiliki/mengalami kelumpuhan pada tiga anggota gera dapat terjadi pada dua tangan dan satu kaki, atau pada kedua kaki dan satu tangan. Penderitanya termasuk jenis triplegia.
d)       Kelumpuhan pada empat anggota gerak
Penyandang CP yang mengalami kelumpuhan pada keempat anggota gerak pada seluruh anggora gerak, termasuk jenis tetraplega atau quadriplegia
2.    Karakteristik CP ditinjau dari gejala pergerakan otot
a.         Gerak otot yang kaku ( rigid)
Menurut Viola E. Cardwell. Penyangang CP Rigid merupakan hasil dari adanya luka Sistem Ekstrapiramidialis atau extrapyramidal system ( sitem yang berbentuk piramid pada bagian luar dari pada otak).
     Penyandang CP yang menyandang gerak otot yang kaku bila ia sedang berjalan,maka geraknya mirip dengan gerakan robot, geraknya lamban tertatah-tatah dan kelihatan sulit.

b.    Ada kekejangan otot ( spatik )
Dalam bahasa sehari-hari, istilah spastik sering dipergunakan dari pada istilah kejang. Kekejangan otot tersebut timbulterutama saat akan digerakkan, misalnya misalnya persendiannya tiba-tiba akan dibengkokkan, maka otot-otot yang berlawanan berkontradiksi, sehingga sulit untuk dibengkokkan. Demikian pula saat anggota gerak akan diluruskan, maka terasa ada otot yang kejang, sehingga sulit untuk diluruskan.
Kejangnya otot, biasanya akan hilang atau berkurang, pada saat keadaan tenang, misalnya saat anak tidur. Sebaliknya kekejangan otot akan semakin menguat, saat anak dalam keadaan terkejut, marah, takut, dan sebagainya. Cara terbaik dalam melatih dan mendidik anak-anak tipe spestik adalah dengan menciptakan suasana yang tenang, pelan-pelan, sabar dan dalam lingkungan yang membuat anak merasa senang
c.    Ada gerak yang tidak disadari ( athetoid )
Penyandang CP athetoid memeliki gejala-gejala yang tidak disadari atau tidak dibawah perintah, tidak terkontrol serta menunjukkan gejala-gejala memutar. Gerakan yang tidak terkontrol tersebut, kadang-kadang dapat terjadi tidak saja ditangan atau kaki, tetapi juga sering pada bibir, mata, dan sebagainya.
Jumlah penyandaag  CP  tipe  ini  termasuk  tidak banyak,  namun kelainannya   termasuk yang sangat sulit diperbaiki. Lokasi di otak yang mengalami kerusakan, kemungkinan besar pada daerah ganglia basa (simpul saraf di sistem saraf pusat) atau pada bagian lain dari traktus piramidalis  (Soeharso,   1982,  Thoha  Muslim,   1994,  Viola E Cardwcll).
d.      Ada gangguan koordinasi dan keseimbangan (alaksia)
Sebagian dari anak CP ada yang menunjukkan gejala ganggua, koordinasi dan keseimbangan atau ataksia. Penyebabnya adalah karena adanya kerusakan dalam otak kecil atau cerebellu. Oleh karenanya penyandangnya sering juga disebut dengan Cerebeliar Ataxia atau Atakial Serebelar. Sedang  bila lokasi kerusakannya pada jembatan varol atau sumsum lanjutan, maka penyandangnya disebut Bulbar Ataxia atal Alaksia Bulbar.
Pada tipe ataksia ini anak yang menyandang CP seakan-akan kehilanga perasaan keseimbangan, tidak adanya koordinasi dan hipotani (berkurangnya tonus/berkurangrnya tegangan), Walaupun otot-ototnya tidak kaku, namu anak kadang-kadang tidak dapat berdiri maupun berjalan. Hal ini oleh karena anak tidak dapat meletakkan badannya dalam keseimbangan, maka ia selalu akan jatuh. Kalau ia berjalan, maka jalannya seperti orang yang sedang mabuk, kadang-kadang langkahnya terlalu lebar atau bisa juga langkahnya terlalu pendek. Dengan demikian ia tidak dapat tetap dan stabil dalam posisi berdiri atau dalam posisi geraknya.
e.         Ada gerakan gemetar atau tremor
Tremor atau gemetar adalah gerakan halus yang biasanya ada pada tangan atau jari –jari tangan. Pada orang normal biasanya terjadi pada manula yang disebut Tremor Essentialis yaitu gerakan gemetar yang terjadi tanpa sebab . selain manula ada juga orang yang sering tremor yaitu keracunan air raksa( tremor senilis/mercurialis) pemabuk( tremor saturninus) dan lain-lain.
Pada penyandang CP tipe tremor, kemungknan diakibatkan oleh perusaka otak pada daerah Ganglia basal,dengan sifat kontraksi yang secara terus menerus dan bergantian. Karakteristik gerakannya bersifat kecil-kecil , tanpa disadari, irama gerakannya tetap dan sukar dikendalikan oleh anak. Akibatnya kesulitan dalam melakukan kegiatan. tempat terjadinya tremor pada anak CP  biasanya pada mata yang dapat mengganggu penglihatan atau pada mulut dapat mengakibatkan gagap (Stuttering)
f.     Gejala gangguan gerak campuran
Sering ditemukan penyandang CP menunjukkan gejala-gejala gangguan gerak campuran. Missal gerakan kaku (rigid) tetapi kadang gerakan kejangkejang (sspastis)bahkan gangguan gerak anak yang melebihi dari dua tipe gangguan missal atheotid,dengan Choreo athetoid, tremor ,atau ataxi dan sebagainya
Dalam hubunganya dengan karakteristik penyandang CP Viola E. Cardwell pernah membandingkan populasi penyandang CP ditinjau dari gejala kelumpuhan yang tampak dan syndroma (kompleks gejala gangguan) gerakan
Dan hasilnya adalah dari 1254 orang ternyata jumlah yang terbanyak  menunjukkan gejala kelumpuhan pada keempat atau seluruh anggota gerak / quadriplegia(800 orang). Dan yang kedua terbanyak adalah yang mengalami kelumpuhan pada dua anggota gerak atau separuh badan/ hemiplegia( 290 orang)yang setersnya golonga paraplegia,triplegia dan monoplegia
Dan ditinjau dari gangguan gerak dari 1264 orang CP tipe spastic 550 orang, athetoid 400 orang rigid 200 orang dan diikuti tipe campuran, ataksia , dan tremor
Hal tersebut dapat memberikan gambaran :
a)      Dari gejala kelumpuhan penyandang terbanyak pada keempat anggota gerak dan paling sedikit pada satu anggota gerak
b)      Dari gejala gerakan otot jumlah penyandang terbanyak adalah anak yang mengalami kekejangan oto dan paling sedikit yag mengalami gemetar
c)      Sehingga dapat dengan tepat memberikan pertolongan dan penyediaan alat bant dengan jumla yang sesuai dengan karakteristik anak CP tersebut

3.    Karakteristk penyerta pada anak CP
Letak kelainan penyandang cp berada di otak, dimana terdapat kerusakan atau luka. Dengan begitu berat ringannya kelainan tergantung pada luas atau tidaknya kerusakan-kerusakan yang ada di otak. Selain itu kelainan yang disandang tergantung pada bagian mana dari otak tersebut yang mengalami kerusakan,misal kerusakan kelainan pada bagian gerak, sedangkan panca indra tidak berkelainan. Walaupun demikian tidak menutup kemungkinan kerusakan didalam otak meliputi juga fungsi-fungsi panca indra yang berakibat kelainan (a) penglihatan (b) pendengaran (c) peasaan dan sebagainya, termasuk fungsi kecerdasan dan jiwa.

a.    Karakteristik kecerdasan
Pemeriksaan kecerdasan anak CP tidak mudah dilakukan, terutama anak tersebut memiliki kelainan penglihatan ,pendengaran, atau kecakapan bicara. Terdapat banyak anak CP yang sesungguhnya cerdas tetapi kelihatan bodoh, karena anak tersebut tidak dapat menjawab pertanyaan –pertanyaan si pemeriksa dan anak tersebut tidak atau kurang lancer dalam berbicara( Soeharso,1982). Eleanor Schonel (1989) pernah menyampaikan rekomendasi bagi para professional yang melakukan pemeriksaan kecerdasan anak CP bahwa pemeriksaan harus dilakukan secara hati-hati,karena keadaan anak CP tidak mudah seperti anak-ank yang yang tidak berkelainan. Meskipun terbilang sulit pemeriksaan kecerdasan anak CP sangat penting untuk member pertolongan pada anak CP. Menurut Soeharso (1989) berdasarkan hasil pemeriksaan para ahli,bahwa tiap-tiap 100 anak CP  yang diperiksa tingkat 30-40% anak yang memang termasyk bodoh atau kurang cerdas, dan berarti anak CP yang kecerdasannya normal atau cerdas ada 60-70 anak walaupun mereka mengalami kesulitan dalam berbicara maupun menulis. Hopskin (dalamViola E.cardwel,t th ) pernah mengadakan penelitian tingkat kecerdasan anak CP , dengan jumlah sasaran 992 anak. Dari sejumlah CP tersebut ,diketahui bahwa sekitar 72% anak CP memiiki kadar IQ dibawah 90 ( 50% ddibawah 70) dan sekitar 29% anak memiliki IQ diatas 90.  Hal ini bertentangan dengan hasil pemeriksaan para ahli lain yang dikutip oleh Soeharso ( 1982). Perbedaan ini dapat terjadi , kemungkinan karena adanya perbedaan-perbedaan dalam hal :
a)    Instrument yang digunakan
b)   Anak CP yang diperiksa
c)    Pemeriksaannya
d)   Suasana dan tempat pemeriksaan
Hasil penelitian lain dilakukan oleh Eleanor Schonell di Brimingham Inggris terhadap 354 anak CP dengan meggunakan Terman Merrill Intelligence Scale sebagai berikut :

Tingkat IQ
Laki-Laki(%)
Perempuan(%)
Total(%)
130+
110-129
90-109
70-89
50-69
25-49
<25
Tdk diperiksa
1.0
3.0
20.7
27.0
22.8
8.8
12.5
4.2
_
3.7
19.3
26.7
23.0
13.0
10.6
3.7
.6
3.4
20.1
26.8
22.9
10.7
11.6
3.9
Total
100
100
100
Dari table tersebut dapat diketahui hal-hal sebagai berikut :
a.      Walaupun persentasenya kecil, ternyata diantara anak CP dapat diketemukan anak yang memiliki tingkat kecerdasan diatas normal yaitu sebesar 4%
b.      Sebanyak 20.1 % anak CP memiliki tingkat kecerdasa normal
c.       Sebagian besar anak CP (72%) memiliki tingkat kecerdasan bawah normal.
d.      Dari sejumlah anak CP yang tergolong memiliki tingkat kecerdasan di bawah , sebanyak 26.8% termasuk kelompok dull Normal,34.6% termasuk Feeble Minded atau moron, dan sekitar 11.6 % anak CP termasuk Idiot
e.       Tingkat kecerdasan antara anak CP laki-laki dan perempuan dapat dikatakan relative seimbang.
f.        Ada sekitar 3.9% anak CP yang sulit dilakukan pemeriksaan kecerdasannya.
Hasil ini relative sama dengan pemeriksaan yang dilakukan oleh Hopskin yaitu 72% dibawah normal dan selebihnya normal dan supernormal. Hal ini berarti sekitar 28% anak CP memilki harapan untuk mendapatkan pertolongan dan pendidikan sewajarnya. Selain CP yang mempunyai kecerdasan dibawah normal ada juga jenis kelainan lain yaitu tunagrahita. Cara membedakannya adalah melihat keadaan anak tersebut , bila kelainan mentalnya disertai kelinan anggota gerak baik gejala kelumpuhan maupun gejala gerakan otot maka anak tersebut termasuk kelompok celebral palsy. Sementara apabila kelainan hanya tunggal yaitu kelainan kecerdasannya, maka ia termasuk kelompok tunagrahita (Nill R Gearheart & Mel W. Weilshan, 1976)
 Apakah tingkat kecerdasan anak CP berhubungan dengan tipe kelainan fisik atau anggota gerak? Lihat table dari hasil pemeriksaan Eleanor Schonell

Spastik
Athetoid
Ataxia
Campuran
Jumlah
Mean IQ
S.D
Jumlah
Tdk trpriksa
Jumlah total
67.9
27.7
277
9
289
67.6
25.5
41
4
45
62.3
19.3
4
_
4
62.4
21.5
18
1
19


340
14
354

Pada table tersebut dapat diketahui :
a)      tingkat kecerdasan anak CP tipe Hemiplegia pada bagian tubuh sebelah kiri dan sebelah kanan dan CP tipe para plegia memiliki rata-rata IQ yang relative sama.
b)      Walaupun anak CP dari berbagai tipe anak CP memiliki tingkat kecerdasan rata-rata di bawah normal, namun anak CP tipe Quadriplegia termasuk yang paling rendah rata rata tingkat kecerdasannya
c)      Bahwa anak CP bila ditinjau dari tipe kelumpuhan anggota gerakna sebagian besar anak CP tipe Hemiplegia

b. Karakteristik Kemampuan Bicara
Anak-anak cerebral palsy banyak yang sukar atau tidak dapat berbicara, seakan-akan alat-alat untuk bicaranya tidak dapat dikoordinasikan. Kadang-kadang kelihatan jelas sekali ank yang bersangkutan berusaha sekuat tenaga untuk berbicara, akan tetapi suaranya tidak jelas, tidak keras, terputus-putus, sehingga orang lain yang mendengarnya tidak dapat mengerti maksudnya. Juga pada saat berbicara, mereka menggerakkan bibir dan mulut secara tidak normal. Mulutnya kelihatan menceng ke kanan atau ke kiri, lidahnya kelihatan keluar masuk tidak menentu, bahkan kepalanya juga ikut digerak-gerakkan. (Soeharso, 1982).
Karakteristik gaya bicara pada anak CP tersebut, disebabkan oleh kerusakan di dalam otak, yang mengakibatkan kekaku-kakuan atau kelayuhan pada otot-otot lidah, bibir, pipi, dan tenggorakan (Soeharso, 1982, Palmer, dalam Viola E. Cardwell, t.th.).

c. Karakteristik Kemampuan Mendengar
Menurut Soeharso, (1982); kelainan pendengaran bagi anak CP umumnya dialami oleh mereka yang termasuk tipe spastic, sebagai akibat dari seringnya mengalami kejang-kejang, sehingga syaraf-syaraf pendengarannya kurang berfungsi secara wajar. Meskipun kedaan telinga anak tidak mengalami sakit atau kelainan.

d. Karakteristik Kemampuan Penglihatan
Meskipun anak CP tidak mengalami kebutaan, tetapi kadang ditemukan anak yang tidak/kurang awas, matanya asymetris (strabismus) atau kera (jawa), dimana biji mata yang satu letaknya miring. Ada pula anak CP yang tidak dapat memandang dengan diam dan tenang, selalu bergerak atau hyperactive.
Karakteristik tersebut kemungkinan besar dipengaruhi oleh kelainan atau kerusakan pada simpul syaraf penglihatan yang ada di otak.

e. karakteristik pada aspek Taktil dan kinestetik
Istilah taktil atau tactile berarti mengenai perabaan tactile agnosia misalnya berarti kehilangan daya ntuk mengenal sesuatu dengan perabaan. Sedang istilah kinestetik atau kinesthesia berarti daya memahami gerakan otot, berat tahanan, sikap, dan sebagainya.
Akibat dari kerusakan pusat syaraf di otak, anak CP tidak sedikit yang mengalami gangguan pada aspektaktil dan kinestetik ini, seperti :kesulitan membedakan yang halus dan yang kasar, adanya gerakan tidak didasari, tidak sanggup memberikan tahanan pada otot-otot anggota gerak, dan sikap duduk, berarti mengontrol posisi kepala, leher, dan sebagainya juga mengalami gangguan.

f. karakteristk pada aspek persepsi
Anak CP, tidak sedikit yang menunjukkan karakteristik seprti mengalami kesulitan dalam mengolah rangsangan visual aditori dan taktil yang diterima. Juga mengalami kesulitan dalam konsep bentuk, keseimbangan posisi, rang, arna, bunyi, dan rasa. Hal ini kemungkinan karena adanya kerusakan pada posterior cerebral dan batang otaknya (Sidiarto Kusumoputro, 1995).
g. karakteristik yang berhubungan dengan lateralisasi
Anak CP terkadang menunjukkan karakteristik dimana ia mengalami kesulitan untuk menggunakan anggota tubuh yang dominan. Hal ini mungkin disebabkan oleh kerusakan pada hemisfer kiri (Maurits, 1993; Reichert, 1992; Salmaso, 1993).

sumber:
Assjari, Musjafak. (1995). Ortopedagogik Anak Tuna Daksa, Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan



0 komentar:

Posting Komentar

www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net